Make your own free website on Tripod.com

 

 Home  |  Komunitas  |  Tips & Trik |  About Me | 

 

 

 

 

 l Background

 

 

 

 

 

 

 Kanjen V-Star


 Moge Bekas


 Motor Impian


 Harley Davidson


 Perawatan Motor


 Nyaman Berhelem


 l Gallery

Kanzen V-Star
'Moge' dengan Harga Terjangkau

Terbilang pendatang baru bagi pasar sepeda motor di Indonesia, namun merek yang satu ini, Kanzen, tampak agresif dalam menjajakan produknya. Tak saja produk motor bebek (moped) maupun sport yang mereka rakit di pabriknya di Indonesia. Belakangan PT Semesta Citra Motorindo (SCM), pihak ATPM sekaligus perakit motor asal Korea ini, menyuguhkan Kanzen V-Star. Bentuknya lumayan unik, menyerupai motor gede (moge). Motor ini masih masuk kelas motor sport bermesin 125 cc. Tetapi, karena memiliki dimensi lumayan gemuk (apalagi tangki bensinnya mengembung), yakni jarak sumbu roda 1.500 mm dan jarak rangka ke tanah hanya 195 mm, maka produk ini masuk bilangan motor khusus.

Yang menjadi kian unik adalah rancangannya yang meniru motor gede (moge). Karena, ukuran ban depannya 90/90 (berdiameter 18 inchi), lebih besar dari ban belakangnya 130/90 (diameter 15 inchi). Walaupun lebih kecil, roda belakang V-Star lebih gemuk dibanding roda depan. Menurut Ernas Ernawan, senior manager marketing SCM, produk ini memang diluncurkan untuk mewadahi minat konsumen yang menginginkan sepeda motor kelas khusus. ''Artinya, mereka ingin motor berbentuk layaknya moge namun dengan harga terjangkau. Kanzen menjelmakannya,'' ungkap Ernas di Jakarta kemarin.

Beberapa Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) motor Cina tercatat sempat memasukkan sejumlah motor bermodel moge. Walaupun pangsa pasarnya tak besar, namun produk tersebut mampu menumbuhkan komunitas penggemarnya. Istilahnya, kalangan penggemar moge dengan harga khusus. ''Kami melihat potensi itu ada. Maka, walaupun bukan menjadi target pangsa besar, produk ini kami jual untuk melengkapi varian produk yang lainnya,'' ungkap Ernas.

Ditawarkan senilai Rp 20 juta (harga Jakarta), menurut Ernas, produk ini terjual dalam jumlah cukup besar kepada para hobies. Mengaku tidak hapal total penjualan V-Star, dia menyatakan, telah lebih dari target produk yang memang diluncurkan terbatas. Bukan seperti target Kanzen jenis bebek maupun sport.

Mencermati motor bermesin 4T (empat langkah, populer dinyatakan empat tak) dengan teknologi SOHC ini memang terbilang lumayan menarik. Apalagi mesin dipasang dalam sudut 15 derajat dari arah vertikal. Ini mengingatkan pada posisi mesin pada umumnya moge. Kerangka V-Star yang dikembangkan bertipe Craddle menjadi lebih berkesan kokoh karena suspensi depannya dari jenis teleskopik. Sementara, suspensi belakangnya ditanamkan suspensi tunggal. Kombinasi ini tampaknya cukup membuat pengendaranya merasa nyaman. Sayang, ukurannya tak tepat bagi pengendara yang kebetulan berukuran besar.

Rem depan dilengkapi sistem cakram. Bahkan, cakram hidrolik dengan piston ganda. Sayangnya, rem belakang masih tromol. Tampaknya keputusan rem belakang tromol, selain karena faktor harga jual, motor bermesin 125 cc ini masih dalam batas aman dengan menggunakan rem cakram di bagian depan saja. Meski terbilang bermesin kecil, namun motor ini memiliki persneling lima kecepatan. Mempermudah bagi penggunanya, produk ini dilengkapi stater elektrik meskipun stater pedalnya tak terlalu berat saat diaktifkan.

Melihat animo V-Star, SCM kabarnya juga bakal memasukan Daelim Roadwin tahun 2005 mendatang. Sempat dipamerkan di Jakarta Motorcycle Show II, Ernas mengaku rencana itu sebagai antisipasi terus masuknya merek Kanzen di komunitas motor di Indonesia.

                                                                                                        Next >>>

 

 2007 copyright Cahyo. All Right Reserved