Make your own free website on Tripod.com

 

 Home  |  Komunitas  |  Tips & Trik |  About Me

 

       

 l Background

 

 

 

 

 

 l Gallery

 

 Kanjen V-Star


 Moge Bekas


 Motor Impian


 Harley Davidson


 Perawatan Motor


 Nyaman Berhelem


 Moge Bekas, Dilirik Konsumen

 

Kemajuan teknologi dan inovasi yang semakin mutakhir menyebabkan munculnya beragam kendaraan bermotor yang cukup canggih dan inovatif. Motor besar salah satunya. Kepemilikan motor besar yang juga lazim disebut motor gede (Moge) ini telah menjadi trend di daerah ini. Tak hanya kalangan ekonomi atas, tapi masyarakat biasa pun bisa memiliki moge sekarang ini, terutama moge bekas. Perkembangan penjualan moge bekas yang begitu pesat, menjadikan peluang bisnis ini pun lumayan cerah.
Pesatnya perkembangan bisnis ini dapat dilihat dari menjamurnya show room moge bekas di dareah ini. Produk yang ditawarkan, mulai dari model copper, sport, fat boy, classic, modern, serta lainnya dengan berbagai tipe dan merek.
Menurut pengelola merangkap sebagai mekanik Lets Motor, I Made Darmawan, yang beralamat di jalan W.R. Supratman, Selasa (15/2) kemarin, peluang bisnis penjualan moge memang menjanjikan, yakni diperlukan ketekunan dan professionalisme di bisnis ini, agar tak kalah saing dengan penjual moge bekas lainnya.
‘’Animo masyarakat di daerah ini terhadap moge bekas saat ini semakin tinggi. Hal ini tak dapat dihindari karena sebagian orang, khususnya kalangan anak muda menganggap mengendarai moge akan menambah percaya diri (pede) di jalan raya. Di samping itu, memiliki moge akan mengangkat derajat sang pemiliknya,’’ ujarnya.
Lanjut Darmawan, saat ini harga jual moge bekas cenderung semakin murah dan terjangkau untuk semua kalangan konsumen. Hal ini dikarenakan, inovasi baru di bidang teknologi otomotif terus berkembang, sehingga hampir setiap bulan muncul produk-produk moge baru di pasaran. Harganya pun semakin menantang sesuai tipe dan modelnya yang terbaru. Untuk Moge bekas Suzuki Bandit 400 cc tahun 1992 misalnya, kini bisa didapatkan dengan harga berkisar Rp 17 juta (of the road). Demikian juga merek moge bekas lainnya sangat bersaing, baik dari segi harga, keunggulan, maupun aksesorinya yang makin menarik simpati konsumen. ‘’Jika konsumen menginginkan moge bekas tersebut dilengkapi dengan surat-surat agar bisa digunakan di jalan raya, konsumen cukup menambah uangnya sekitar Rp 2,5 juta saja,’’ ungkapnya.
Darmawan mengakui, penjualan moge bekas cukup prospektif saat ini. Ada kecenderungan, kalangan anak muda lebih suka gonta-ganti moge, mengingat anak muda sangat mudah mengikuti tren masa kini. Moge bekas jenis sport misalnya yang banyak mereka cari. Walaupun harganya mencapai Rp 70 juta per unit, mereka tak takut melepas uangnya karena kepentingan. Di samping itu, gengsi terhadap teman/ kerabatnya.
Katanya, tak hanya moge baru yang banyak dicari konsumen. Tapi, bagi mereka yang pas-pasan modal, dengan membeli moge bekas pun tak jadi soal.

Selain harganya lebih miring, inovasinya juga tak kalah tren dari moge yang berkembang. Rata-rata hampir setiap bulan Lets Motor mendatangkan moge bekas langsung dari Yogyakarta sebanyak 3-5 unit dari berbagai tipe dan merek.
Hal senada diungkapkan Mulyono, salah seorang penjual moge bekas lainnya yang beralamat di jalan Teuku Umar. ‘’Sektor otomotif berkembang pesat saat ini. Hal ini bisa dilihat, hampir setiap saat muncul produk mobil dan motor baru di pasaran,’’ ujarnya.
Lanjut Mulyono, fenomena kemunculan beberapa produk moge bekas belakangan ini bisa dilihat, tak semua moge mampu mempertahankan kepercayaan konsumen, karena setelah dipakai ternyata mutu moge tersebut tak sesuai harapan. Pengalaman ini, sepatutnya bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi konsumen, dalam memilih moge bekas.
Menurutnya, kuat kecenderungan hal ini sebagai akibat, minimnya pengetahuan konsumen akan teknologi otomotif, yakni moge ini memerlukan perawatan secara telaten dan intensif.

             <<< Back                                                                       Next >>>

 

 2007 copyright Cahyo. All Right Reserved